<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Waptokusatsu's Weblog</title>
	<atom:link href="http://waptokusatsu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://waptokusatsu.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2008 06:49:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='waptokusatsu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Waptokusatsu's Weblog</title>
		<link>http://waptokusatsu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://waptokusatsu.wordpress.com/osd.xml" title="Waptokusatsu&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://waptokusatsu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Valita Belum Bisa Bicara atay Ngomong</title>
		<link>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/14/valita-belum-bisa-bicara-atay-ngomong/</link>
		<comments>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/14/valita-belum-bisa-bicara-atay-ngomong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 06:49:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waptokusatsu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Balita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waptokusatsu.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071116202751AA4k6nk Anak saya belum bisa bicara? umur anak saya 2,5 tahun, perempuan, tapi sampai saat ini belum bisa bicara. dah di periksa EEG semuanya normal2 saja. ada yg bisa kasih tau g cara merangasang anak supaya bisa bicara?? Jawaban Terbaik &#8211; Dipilih oleh Suara Terbanyak Gejala gangguan kemampuan bicara dapat diketahui sejak usia 6 bl. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=13&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071116202751AA4k6nk">http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071116202751AA4k6nk</a></p>
<p>Anak saya belum bisa bicara?<br />
umur anak saya 2,5 tahun, perempuan, tapi sampai saat ini belum bisa bicara. dah di periksa EEG semuanya normal2 saja. ada yg bisa kasih tau g cara merangasang anak supaya bisa bicara??</p>
<p>Jawaban Terbaik &#8211; Dipilih oleh Suara Terbanyak<br />
Gejala gangguan kemampuan bicara dapat diketahui sejak usia 6 bl.<br />
”Pada usia ini, gejala bisa diketahui dimana anak tidak merespon sumber suara yang datang dari belakang atau dari samping, pada usia selanjutnya gejala dapat dilihat dari kepekaan anak dalam merespon panggilan nama, kata salam yang seharusnya sudah bisa ia lakukan.</p>
<p>Di antara faktor penyebab gangguan perkembangan bicara ini, anak mengalami gangguan dengan pendengarannya. Anak dengan gangguan pendengaran biasanya ia tidak akan memberi respons terhadap bunyi-bunyian yang ada di sekitarnya. Gangguan pendengaran bisa menyebabkan anak mengalami hambatan pula dalam memahami, meniru dan menggunakan bahasa. Kedua terlambatnya proses pematangan sistem saraf yang dibutuhkan otak untuk dapat bicara.</p>
<p>Selain itu ganguan bicara ini kerap ditemui pada anak yang mengalami keterbelakangan mental, autis serta penggunaan dua bahasa di lingkungan rumah. Selain itu disebabkan oleh orang tua itu sendiri. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa cara mereka berkomunikasi dengan anak membuat anak tidak punya banyak perbendaharaan kata-kata.</p>
<p>Dari berbagai faktor penyebab yang diketahui, diharapkan orang tua dapat lebih memahami kondisi anaknya sejak dini. Karena itu terapi yang dilakukan sifatnya sangat individual sekali. Beberapa jenis terapi, menggunakan alat bantu dengar, terapi perilaku, terapi okupasi (fungsi tubuh) dan terapi wicara. ‘’Rangsangan orang tua dengan mengajak anaknya berkomunikasi juga akan sangat membantu terapi yang dilakukan.</p>
<p>Meskipun saat bayi anak belum bisa berbicara, tapi sejak dini orang tua harus merangsang dengan melakukan komunikasi. Kalau perlu orang tua seperti orang ‘gila’ yang penting bagaimana komunikasi yang dilakukan dapat memancing respon dan emosi anak. ‘’Mungkin sebagian orang tua merasa aneh, ketika anaknya belum bisa berbicara, tapi ia melakukan komunikasi layaknya orang yang sudah mengerti, justru rangsangan seperti itu bagus untuk anak.</p>
<p>Kalau perlu orang tua harus menambah wawasan dan perbendaharaan kata-katanya dengan banyak membaca dan mendongeng. Melalui dongeng atau cerita anak bisa mengenal kata yang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, misalnya sawah, kerajaan, lautan luas dan sebagainya. Cara ini juga membantu berkembangnya imajinasi anak. Untuk mengantisipasi anak menjadi pasif, jangan biarkan terlalu banyak menonton tv. Karena, televisi tidak dapat memberikan rangsangan apa-apa terhadap perkembangan anak.</p>
<p><a href="http://www.indofamily.net/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=132&amp;Itemid=108">http://www.indofamily.net/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=132&amp;Itemid=108</a></p>
<p>Banyak orangtua khawatir dengan perkembangan kemampuan bicara anak. Sejauh mana keterlambatan disebut normal dan keterlambatan seperti apa yang harus mendapat penanganan ahli? Berikut penjelasan Anna Surti Ariani, Psi., psikolog keluarga yang berpraktik di beberapa tempat.</p>
<p> </p>
<p>PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BICARA</p>
<p>Usia (12-18 bulan):</p>
<p>Kemampuan yang dikuasai:    <br />
- Mengucapkan kata pertama.<br />
- Mengucapkan antara 1-5 kata yang agak jelas, seperti papa, mama, bola, maem, dan sebagainya. Ada juga kata-kata yang kurang jelas, tapi cenderung diucapkannya berulang-ulang. Misal, kata “tak” untuk menyebut cicak atau “num” untuk minum.<br />
- Menggunakan jari untuk menunjuk-nunjuk sesuatu yang dimaksud sebagai ganti kata-kata yang belum bisa diucapkannya. Contoh, anak mau minum sedangkan gelasnya ada di atas meja dan tidak terjangkau olehnya, padahal ia juga belum bisa mengatakannya, maka ia akan menarik tangan orangtua ke dekat meja sambil menunjuk-nunjuk gelas yang dimaksud.  </p>
<p>Disebut terlambat bila :<br />
- Sampai usia 18 bulan belum mengeluarkan kata pertama sama sekali; belum bisa babbling atau mengeluarkan bunyi baba, dada, mama, papa; belum mengerti nama-nama anggota tubuh utama, seperti tangan, kaki, kepala.</p>
<p>Usia (19-24 bulan):<br />
Kemampuan yang dikuasai:    <br />
- Menguasai 200-an kosakata, walaupun yang bisa diekspresikan mungkin baru sekitar 50-an.<br />
- Biasanya di usia ini juga ada “ledakan bahasa”, artinya setiap hari ada penambahan kosakata baru. Sebenarnya kosakata itu sudah terekam di kepala atau bukan kata baru, walaupun ada juga kemungkinan kata baru sama sekali.<br />
- Mulai membuat kalimat pertama yang terdiri dari 2 kata. Contoh, “Mama bola” untuk mengajak mamanya main bola. Tata bahasa biasanya belum terbentuk.</p>
<p>Disebut terlambat bila :<br />
- Sangat jarang berusaha meniru kata-kata orang lain.<br />
- Banyak sekali konsonan yang hilang. Contoh, kata “oya” untuk mengatakan bola atau “oi” untuk mobil.<br />
- Tidak kelihatan frustrasi walaupun kita berulang kali tidak mengerti kata-kata yang diucapkannya.<br />
- Hanya bisa mengungkapkan satu kata saja yang bahkan tidak utuh.<br />
- Bahasa “menunjuk-nunjukkan tangan” belum muncul atau hanya sesekali aja.</p>
<p>Usia (24-30 bulan):<br />
Kemampuan yang dikuasai:<br />
- Biasanya anak sudah lebih cerewet.<br />
- Cenderung berteriak ketika harus berbicara dengan nada biasa atau bisik-bisik. Ini karena anak belum bisa menyesuaikan nada bicara, tapi ia segera belajar di usia ini.<br />
- Kosakata yang dikuasainya bertambah banyak dan makin sering berlatih menggunakan berbagai kata baru dalam kalimat.<br />
- Mulai bicara dengan 3 kata dalam 1 kalimat dan menggunakan tata bahasa sederhana. Contoh, “Kucing mau bobok.”</p>
<p>Disebut terlambat bila :<br />
- Belum hapal nama-nama benda yang ditemui sehari-hari, seperti bola, mobil, boneka, dan sebagainya.<br />
- Kata-kata yang diucapkannya sama sekali tak bisa dimengerti orang lain yang bukan pengasuh atau orangtuanya. Hal ini juga sering kali dikeluhkan guru di playgroup, karena mereka tidak mengerti kata-kata yang diucapkan anak walau orangtua atau pengasuhnya mengerti.<br />
- Belum bisa menggunakan 2-3 kata dalam 1 kalimat.<br />
- Jika mengucapkan sesuatu terlihat berusaha sangat keras, misalnya sampai ngeces atau raut muka berubah dan gemetaran.</p>
<p>Usia (30-36 bulan):<br />
Kemampuan yang dikuasai:<br />
- Sudah lebih cerewet.<br />
- Tata bahasa sudah lebih oke lagi. Pada beberapa anak, kalimatnya sudah lebih kompleks. Misal, tidak sekadar mengatakan, “Aku mau pipis,” tapi sudah bisa mengatakan, “Aku mau ke WC dulu.”<br />
- Kosakata di akhir bulan ke-36 diharapkan sampai 1.000 meski yang diucapkan mungkin tak sebanyak itu.<br />
 <br />
MENGAPA TERLAMBAT?</p>
<p>Beberapa faktor yang menyebabkan anak terlambat bicara, di antaranya:</p>
<p>* Anak-anak yang diasuh oleh orangtua/pengasuh yang pendiam sering kali jadi kurang terstimulasi. Begitu juga anak-anak yang setiap hari kegiatannya hanya menonton teve.<br />
* Anak-anak yang dimanja sehingga tanpa bicara pun, misalnya hanya menunjuk-nunjuk, sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.<br />
* Otot bicara kurang dilatih. Seperti diketahui, organ bicara dan organ untuk makan adalah sama, jadi anak-anak yang sampai usia ini masih makan makanan yang dihaluskan bisa berakibat otot bicaranya kurang terlatih.<br />
* Adanya gangguan perkembangan seperti pemusatan perhatian, autisme, mental retardation, disfasia dan sebagainya.<br />
* Adanya keterbatasan fisik seperti pendengaran terganggu, otot bicara kurang sempurna, bibir sumbing, dan sebagainya.</p>
<p>CARA MENGATASI</p>
<p>Ada keterlambatan bicara yang masih bisa diupayakan untuk diatasi sendiri oleh orangtua, tapi ada juga yang harus melibatkan ahli.</p>
<p>* Keterlambatan yang bisa diatasi sendiri.</p>
<p>1. Menyebut nama-nama anggota tubuh. Misal, anak berdiri di depan kaca, tunjuk anggota tubuh yang dimaksud sambil menyebutkan namanya, &#8220;Ini tangan Mama, ini tangan Adek.&#8221;</p>
<p>2. Ketika anak bicara tidak jelas tapi kita mengerti maksudnya, coba betulkan kata-katanya lalu minta ia bicara lebih jelas lagi, baru kemudian penuhi permintaannya. Contoh, si kecil minta susu tapi hanya menunjuk-nunjuk, orangtua bisa mengatakan, &#8220;Susu&#8221; atau &#8220;Mau susu, ayo bilang dulu.&#8221;</p>
<p>3. Mengucapkan nama benda yang digunakan sehari-hari dengan cara terus mengulang-ulang dan memintanya mengikuti.</p>
<p>4. Ketika seharusnya anak sudah bisa mengucapkan 2-3 kata dalam satu kalimat tapi ia hanya mengucapkan satu kata, minta ia mengatakan dengan benar. Umpama, anak hanya mengatakan &#8220;ayam&#8221; untuk makan ayam goreng, berikan contoh bagaimana seharusnya, &#8220;Adek mau makan ayam gorengnya? Ayo bilang, makan ayam,&#8221; dengan suara lebih keras dan minta ia mengulanginya.</p>
<p>5. Jika ada konsonan-konsonan yang masih sulit diucapkannya di usia 12-18 bulan, beri kesempatan untuk terus meng- ulanginya.</p>
<p>6. Sering-seringlah mengajak anak bicara. Sesekali keraskan suara atau pertegas intonasinya bila anak terlihat tak mengerti.</p>
<p>* Keterlambatan yang harus melibatkan ahli.</p>
<p>1. Sampai usia 12 bulan sama sekali belum bisa babbling.</p>
<p>2. Sampai usia 18 bulan belum ada kata pertama yang cukup jelas, padahal sudah dirangsang dengan berbagai cara.</p>
<p>3. Terlihat kesulitan mengucapkan beberapa konsonan.</p>
<p>4. Sepertinya tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan.</p>
<p>5. Terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu, misalnya sampai ngeces atau raut muka berubah.</p>
<p>TIP Untuk ORANGTUA</p>
<p>* Banyak-banyak mengajak anak bicara. Walaupun mereka sepertinya belum mengerti, tapi kata-kata tersebut akan diingatnya dan suatu saat akan diekspresikannya.</p>
<p>* Hati-hati dalam memilih kata di depan anak. Karena anak sangat mudah menyerap dan mengingat, jangan mengucapkan kata-kata kotor/umpatan.</p>
<p>* Supaya lebih mudah dimengerti, ajak anak ngobrol dalam suasana yang menyenangkan. Misal, ketika bicara tentang hujan, orangtua memperbolehkan anak menadahkan tangan untuk menampung air hujan sambil bercerita saat hujan seluruh tanaman akan basah. Bisa juga sambil menyanyikan lagu-lagu tentang hujan.</p>
<p>* Ketika bicara usahakan anak memang sedang menaruh perhatian. Apakah matanya sedang melihat ke arah kita/benda yang kita tunjukkan atau ke arah lain. Bila anak terlihat memerhatikan sesuatu, ajak ia bicara mengenai hal/benda yang sedang diperhatikannya itu.</p>
<p>* Berikan makanan padat sesuai usia anak untuk merangsang otot bicaranya.</p>
<p>* Jangan mudah menyerah untuk terus mengajaknya bicara.<br />
DISFASIA</p>
<p>Disfasia adalah gangguan perkembangan bahasa yang tidak sesuai dengan perkembangan kemampuan anak seharusnya.</p>
<p>? Penyebab:Adanya gangguan di pusat bicara yang ada di otak.</p>
<p>? Ciri-ciri:· Usia 1 tahun belum bisa mengucapkan kata spontan yang bermakna, seperti mama, papa.· Kemampuan bicara reseptif (menangkap pembicaraan orang lain) sudah baik tapi kemampuanbiacara ekspresif (menyampaikan suatu maksud) mengalami keterlambatan.· Karena organ bicara sama dengan organ untuk makan, maka biasanya anak ini mempunyai masalah dengan makan atau menyedot susu dari botol.</p>
<p>? Jenis:· Murni disfasia.Murni disfasia adalah seperti penjelasan di atas.· Disfasia sebagai gejala awal gangguan lain.</p>
<p>Gangguan perkembangan bahasa sebagai gejala awal, contohnya seperti yang terjadi pada anak autis. Untuk mengatasinya, gangguan utamanya dulu yang diselesaikan, baru kemudian dilakukan terapi seperti anak yang murni disfasia.</p>
<p>? Cara penanganan:</p>
<p>- Dokter anak akan memberikan obat untuk membantu memperbaiki sel-sel yang rusak di pusat bicara.</p>
<p>- Bersamaan dengan itu akan dilihat fungsi organ bicaranya, apakah juga ada gangguan atau tidak.</p>
<p>- Terapi wicara akan dilakukan dengan cara latihan otot bicara, seperti latihan meniup, menyedot, menggerakkan lidah ke kiri dan ke kanan, dan sebagainya. Kemudian anak diminta untuk menirukan bunyi, kata, baru kemudian kalimat.<br />
TERAPI SENDIRI DI RUMAH</p>
<p>Ada beberapa teknik yang biasanya digunakan terapis wicara untuk membantu anak yang kesulitan bicara. Teknik-teknik tersebut juga bisa dilakukan orangtua di rumah untuk menyempurnakan perkembangan otot bicara anak. Berikut caranya:</p>
<p>* Meniup balon sampai besar, atau membuat gelembung balon dari air sabun.</p>
<p>* Meniup gumpalan tisu dari ujung meja satu ke ujung meja lainnya.</p>
<p>* Meniup lilin.</p>
<p>* Main seruling/terompet.</p>
<p>* Minum dengan sedotan kecil, atau sedotan yang berkelok- kelok.</p>
<p>* Berteriak dengan mulut terbuka lebar mengucapkan, &#8220;a e i o u&#8221;<br />
Penulis  : Uttiek<br />
Sumber :  Tabloid Nakita</p>
<p><a href="http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/28/kenapa-si-kecil-belum-bisa-ngomong/">http://yuwielueninet.wordpress.com/2008/04/28/kenapa-si-kecil-belum-bisa-ngomong/</a></p>
<p>Kenapa Si Kecil Belum Bisa Ngomong ?</p>
<p>Banyak orang tua khawatir dengan perkembangan kemampuan bicara anak. Sejauh mana keterlambatan di sebut normal dan keterlambatan seperti apa yang harus mendapat penanganan ahli?</p>
<p>Perkembangan Kemampuan Bicara</p>
<p>Usia (12-18 bulan):</p>
<p>Kemampuan yang dikuasai:</p>
<p>-  Mengucapkan kata pertama. Mengucapkan antara 1-5 kata yang agak jelas, seperti papa, mama, bola, maem, dan sebagai-nya.</p>
<p>-  Ada juga kata-kata yang kurang jelas, tapi cenderung diucapkannya berulang-ulang. Misal, kata “tak” untuk menyebut cicak atau “num” untuk minum.</p>
<p>-   Menggunakan jari untuk menunjuk-nunjuk sesuatu yang dimaksud sebagai ganti kata-kata yang belum bisa diucapkannya. Contoh, anak mau minum sedangkan gelasnya ada di atas meja dan tidak terjangkau olehnya, padahal ia juga belum bisa mengatakannya, maka ia akan menarik tangan orangtua ke dekat meja sambil menunjuk-nunjuk gelas yang dimaksud.<br />
Disebut terlambat bila :<br />
Sampai usia 18 bulan belum mengeluarkan kata pertama sama sekali; belum bisa babbling atau mengeluarkan bunyi baba, dada, mama, papa; belum mengerti nama-nama anggota tubuh utama, seperti tangan, kaki, kepala.</p>
<p>Usia (19-24 bulan):</p>
<p>Kemampuan yang dikuasai:</p>
<p>1. Menguasai 200-an kosakata, walaupun yang bisa diekspresikan mungkin baru sekitar 50-an.</p>
<p>2. Biasanya di usia ini juga ada “ledakan bahasa”, artinya setiap hari ada penambahan kosakata baru. Sebenarnya kosakata itu sudah terekam di kepala atau bukan kata baru, walaupun ada juga kemungkinan kata baru sama sekali.</p>
<p>3. Mulai membuat kalimat pertama yang terdiri dari 2 kata. Contoh, “Mama bola” untuk mengajak mamanya main bola. Tata bahasa biasanya belum terbentuk.</p>
<p>Disebut terlambat bila :</p>
<p>1. Sangat jarang berusaha meniru kata-kata orang lain.</p>
<p>2. Banyak sekali konsonan yang hilang. Contoh, kata “oya” untuk mengatakan bola atau   ”oi” untuk mobil.</p>
<p>3. Tidak kelihatan frustrasi walaupun kita berulang kali tidak mengerti kata-kata yang diucapkannya.</p>
<p>4. Hanya bisa mengungkapkan satu kata saja yang bahkan tidak utuh.</p>
<p>5. Bahasa “menunjuk-nunjukkan tangan” belum muncul atau hanya sesekali aja.</p>
<p>Usia (24-30 bulan):</p>
<p>Kemampuan yang dikuasai:</p>
<p>1.  Biasanya anak sudah lebih cerewet.</p>
<p>2.  Cenderung berteriak ketika harus berbicara dengan nada biasa atau bisik-bisik. Ini karena anak belum bisa menyesuaikan nada bicara, tapi ia segera belajar di usia ini.</p>
<p>3.   Kosakata yang dikuasainya bertambah banyak dan makin sering berlatih menggunakan   berbagai kata baru dalam kalimat.</p>
<p>4.    Mulai bicara dengan 3 kata dalam 1 kalimat dan menggunakan tata bahasa sederhana. Contoh, “Kucing mau bobok.”</p>
<p>Disebut terlambat bila :</p>
<p>1.  Belum hapal nama-nama benda yang ditemui sehari-hari, seperti bola, mobil, boneka, dan sebagainya.</p>
<p>2. Kata-kata yang diucapkannya sama sekali tak bisa dimengerti orang lain yang bukan pengasuh atau orangtuanya. Hal ini juga sering kali dikeluhkan guru di playgroup, karena mereka tidak mengerti kata-kata yang diucapkan anak walau orangtua atau pengasuhnya mengerti.</p>
<p>3.  Belum bisa menggunakan 2-3 kata dalam 1 kalimat. Jika mengucapkan sesuatu terlihat berusaha sangat keras, misalnya sampai ngeces atau raut muka berubah dan gemetaran.</p>
<p>Usia (30-36 bulan):<br />
Kemampuan yang dikuasai:</p>
<p>1.  Sudah lebih cerewet.</p>
<p>2. Tata bahasa sudah lebih oke lagi. Pada beberapa anak, kalimatnya sudah lebih kompleks. Misal, tidak sekadar mengatakan, “Aku mau pipis,” tapi sudah bisa mengatakan, “Aku mau ke WC dulu.”</p>
<p>3. Kosakata di akhir bulan ke-36 diharapkan sampai 1.000 meski yang diucapkan mungkin tak sebanyak itu.</p>
<p> </p>
<p>Mengapa Terlambat ?</p>
<p>Beberapa faktor yang menyebabkan anak terlambat bicara, di antaranya:</p>
<p>1. Anak-anak yang diasuh oleh orangtua/pengasuh yang pendiam sering kali jadi  kurangterstimulasi. Begitu juga anak-anak yang setiap hari kegiatannya hanya menonton teve.</p>
<p>2. Anak-anak yang dimanja sehingga tanpa bicara pun, misalnya hanya menunjuk-nunjuk, sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.</p>
<p>3.  Otot bicara kurang dilatih. Seperti diketahui, organ bicara dan organ untuk makan adalah sama, jadi anak-anak yang sampai usia ini masih makan makanan yang dihaluskan bisa berakibat otot bicaranya kurang terlatih.</p>
<p>4.  Adanya gangguan perkembangan seperti pemusatan perhatian, autisme, mental retardation, disfasia dan sebagainya.</p>
<p>5.  Adanya keterbatasan fisik seperti pendengaran terganggu, otot bicara kurang sempurna, bibir sumbing, dan sebagainya.</p>
<p>1.      Cara Mengatasi :</p>
<p>Ada keterlambatan bicara yang masih bisa diupayakan untuk diatasi sendiri oleh orangtua, tapi ada juga yang harus melibatkan ahli.</p>
<p>A. Keterlambatan yang bisa diatasi sendiri.</p>
<p>1. Menyebut nama-nama anggota tubuh. Misal, anak berdiri di depan kaca, tunjuk anggota tubuh yang di maksud sambil menyebutkan namanya, “Ini tangan Mama, ini tangan Adek.</p>
<p>2. Ketika anak bicara tidak jelas tapi kita mengerti maksudnya, coba betulkan kata-katanya lalu minta ia bicara lebih jelas lagi, baru kemudian penuhi permintaannya. Contoh, si kecil minta susu tapi hanya menunjuk-nunjuk, orangtua bisa mengatakan, “Susu” atau “Mau susu, ayo bilang dulu.”</p>
<p>3. Mengucapkan nama benda yang digunakan sehari-hari dengan cara terus mengulang-ulang dan memintanya mengikuti.</p>
<p>4. Ketika seharusnya anak sudah bisa mengucapkan 2-3 kata dalam satu kalimat tapi ia hanya mengucapkan satu kata, minta ia mengatakan dengan benar. Umpama, anak hanya mengatakan “ayam” untuk makan ayam goreng, berikan contoh bagaimana seharusnya, “Adek mau makan ayam gorengnya? Ayo bilang, makan ayam,” dengan suara lebih keras dan minta ia mengulanginya.</p>
<p>5. Jika ada konsonan-konsonan yang masih sulit diucapkannya di usia 12-18 bulan, beri kesempatan untuk terus meng- ulanginya.</p>
<p>6. Sering-seringlah mengajak anak bicara. Sesekali keraskan suara atau pertegas intonasinya bila anak terlihat tak mengerti.</p>
<p>B. Keterlambatan yang harus melibatkan ahli.</p>
<p>1. Sampai usia 12 bulan sama sekali belum bisa babbling.</p>
<p>2. Sampai usia 18 bulan belum ada kata pertama yang cukup jelas, padahal sudah di rangsang dengan berbagai cara.</p>
<p>3. Terlihat kesulitan mengucapkan beberapa konsonan.</p>
<p>4. Sepertinya tidak memahami kata-kata yang kita ucapkan.</p>
<p>5. Terlihat berusaha sangat keras untuk mengatakan sesuatu, misalnya sampai ngeces atau raut muka berubah.</p>
<p>TIP Untuk orang tua</p>
<p>* Banyak-banyak mengajak anak bicara. Walaupun mereka sepertinya belum mengerti, tapi kata-kata tersebut akan diingatnya dan suatu saat akan diekspresikannya.</p>
<p>* Hati-hati dalam memilih kata di depan anak. Karena anak sangat mudah menyerap dan mengingat, jangan mengucapkan kata-kata kotor/umpatan.</p>
<p>* Supaya lebih mudah dimengerti, ajak anak ngobrol dalam suasana yang menyenangkan. Misal, ketika bicara tentang hujan, orangtua memperbolehkan anak menadahkan tangan untuk menampung air hujan sambil bercerita saat hujan seluruh tanaman akan basah. Bisa juga sambil menyanyikan lagu-lagu tentang hujan.</p>
<p>* Ketika bicara usahakan anak memang sedang menaruh perhatian. Apakah matanya sedang melihat ke arah kita/benda yang kita tunjukkan atau ke arah lain. Bila anak terlihat memerhatikan sesuatu, ajak ia bicara mengenai hal/benda yang sedang diperhatikannya itu.</p>
<p>* Berikan makanan padat sesuai usia anak untuk merangsang otot bicaranya.</p>
<p>* Jangan mudah menyerah untuk terus mengajaknya bicara.</p>
<p><a href="http://www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg40080.html">http://www.mail-archive.com/balita-anda@indoglobal.com/msg40080.html</a></p>
<p>Gak usah JApri ya, soalnya yang macem gini sih bukan oot<br />
dan mungkin yangg lain juga perlu untuk membacanya .<br />
BEtul seperti yang mama dafi katakan bahwa seharusnya anak<br />
umur 2 tahun sudah aharus bisa ngomong, kalau belum ya<br />
sebaiknya ke dsa nya. TApi ndak usah terlalu dikhawatirkan<br />
karena perkembangan balita tidak selalu sama, yang saya<br />
katakan di atas adalah bahwa 2 tahun adalah batas normal<br />
saja, adakalanya memang anak lambat bicara tapi bisa jalan<br />
duluan. Faktor penting yang mempengaruhi cepet lambatnya<br />
anak bisa ngomong adalah lingkungan. Yaitu lingkungan<br />
dimana setiap hari anak itu bermain, jadi bisa pembantu,<br />
tetangga, ataupun ortunya sendiri. Kalau anak setiap hari<br />
di tinggal kerja ke dua ortunya dari pagi sampe sore,<br />
sementara pembantu/baby siter nya pendiam ya otomatis anak<br />
akan lambat bicara karna ndak pernah latihan ngomong. Dalam<br />
kondisi seperti ini maka sebaiknya anak di ajak bermain ke<br />
tempat mainan anak-anak seminggu sekali. Dia akan seneng<br />
sekali kaarna disana akan ketemu dengan anak-anak<br />
sebayanya. Jadi latihan yang paling gampang adalah di suruh<br />
main sama anak-anak sebayanya. Dan jangan lupa bahwa ortu<br />
memang harus cerewet dalam melatih ngomong si bocah ,hanya<br />
jangan terlalu memaksa dan jangan pula sambil<br />
membentak-bentak karna anak akan malah stress dan<br />
ketakutan. JAdi ya latihlah anak dengan bersabar hati Insya<br />
ALlah akancepet perkembangan nya</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Batas waspada orang tua untuk kemampuan bicara anak<br />
adalah 2 tahun. Jadi kalau 2 tahun anak belum mampu<br />
berbicara seperti teman sebayanya sebaiknya<br />
dikonsultasikan kepada DSA atau ke lembaga yang<br />
menangani keterlambatan bicara. Ada anak2 yang memang<br />
lambat memulai (Dafi sendiri baru lancar setelah 22<br />
bulan) tetapi biasanya yang telat memulai ini punya<br />
vocabulary yang sama banyak dengan yang lebih dahulu<br />
bicara. Berbeda dengan yang memang mengalami delay,<br />
baik dari segi mulai dan vocab nya lebih sedikit<br />
dibandingkan dengan anak lain. Usia 2 tahun anak perlu<br />
bisa mengucapkan minimal 20 kata dan bisa merangkai 2<br />
kata misalny : minum susu, baju mama dll.<br />
Semakin dini penyebab keterlambatan ini diketahui,<br />
semakin besar kemungkinannya di boost ke level yang<br />
normal.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Selain harus sering diajak bicara coba deh dirangsang dengan VCD lagu<br />
anak-anak, kami berhasil meningkatkan kemampuan bicara anak kami (Andini,<br />
sekarang 2 tahun 7 bulan) lewat VCD lagu anak-anak.<br />
Ceritanya begini, pada ulang tahun tahunnya yang ke-2 kami mengadakan pesta<br />
ulang tahun kecil-kecilan (hanya mengundang tetangga dekat) dan untuk<br />
hiburannya kami putar VCD lagu anak-anak. Pada saat itu (Des-2001) Andini<br />
belum lancar/pandai bicara apalagi menyanyi, rupanya meskipun belum lancar<br />
bicara dia suka dengan lagu-lagu yang ada pada VCd tersebut, sehingga<br />
setiap hari dia minta diputarkan VCD itu, dia menonton sambil mengikuti.<br />
Akhirnya nggak nyampe 5 bulan dia sudah menguasai seluruh lagu dalam VCD<br />
itu dan bicaranya jadi lancar sekali.<br />
Begitu pengalaman kami, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waptokusatsu.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waptokusatsu.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=13&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/14/valita-belum-bisa-bicara-atay-ngomong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cd5d065fa3d155e7f96bd72342a6a62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">waptokusatsu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengatasi mual muntah saat hamil</title>
		<link>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/mengatasi-mual-muntah-saat-hamil/</link>
		<comments>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/mengatasi-mual-muntah-saat-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 03:34:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waptokusatsu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waptokusatsu.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[dari : http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/mualmuntah.htm Apa itu Morning sickness ? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan).   Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=9&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>dari : <a href="http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/mualmuntah.htm">http://www.infoibu.com/tipsinfosehat/mualmuntah.htm</a></p>
<p>Apa itu Morning sickness ? Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa 3 bulan awal kehamilan (trimester pertama kehamilan).<br />
 <br />
Setiap wanita hamil akan memiliki tingkat derajat mual yang berbeda-beda, ada yang tidak terlalu merasakan apa-apa, tapi ada juga yang merasa mual dan bahkan ada yang merasa sangat mual dan muntah setiap saat sehingga memerlukan pengobatan (hiperemesis gravidarum).</p>
<p>Ingat setiap wanita hamil spesial dengan karakteristik masing-masing, begitu juga anda!</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Beberapa tips untuk membantu anda mengatasi “morning sickness” atau mual-muntah selama awal kehamilan:</p>
<p>• Makan dalam jumlah sedikit tapi sering, jangan makan dalam jumlah atau porsi besar hanya akan membuat anda bertambah mual. Berusahalah makan sewaktu anda dapat makan, dengan porsi kecil tapi sering.</p>
<p>• Makan makanan yang tinggi karbohidrat dan protein yang dapat untuk membantu mengatasi rasa mual anda. Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan makanan yang tinggi karbohidrat seperti roti, kentang, biscuit, dll</p>
<p>• Di pagi hari sewaktu bangun tidur jangan langsung terburu-buru terbangun, cobalah duduk dahulu dan baru perlahan berdiri bangun. Bila anda merasa sangat mual ketika bangun tidur pagi siapkanlah snak atau biscuit didekat tempat tidur anda, dan anda dapat memakannya dahulu sebelum anda mencoba untuk berdiri.</p>
<p>• Hindari makanan yang berlemak, berminyak dan pedas yang akan memperburuk rasa mual anda.</p>
<p>• Minum yang cukup untuk menghindari dehidrasi akibat muntah. Minumlah air putih, ataupun juice. Hindari minuman yang mengandung kafein dan karbonat.</p>
<p>• Vitamin kehamilan kadang memperburuk rasa mual, tapi anda tetap memerlukan folat untuk kehamilan anda ini. Bila mual muntah sangat hebat, konsultasikan ke dokter anda sehingga dapat diberikan saran terbaik untuk vitamin yang akan anda konsumsi. Dan dokter anda mungkin akan memberikan obat untuk mual bila memang diperlukan.</p>
<p>• Vitamin B 6 efektif untuk mengurangi rasa mual pada ibu hamil.  Sebaiknya Konsultasikan dahulu dengan dokter anda untuk pemakaiannya.</p>
<p>• Pengobatan Tradisional : Biasanya orang menggunakan jahe dalam mengurangi rasa mual pada berbagai pengobatan tradisional. Penelitian di Australia menyatakan bahwa jahe dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi rasa mual dan aman untuk ibu dan bayi. Pada beberapa wanita hamil ada yang mengkonsumsi jahe segar atau permen jahe untuk menbantu mengatasi rasa mualnya.</p>
<p>• Istirahat dan relax akan sangat membantu anda mengatasi rasa mual muntah. Karena bila anda stress hanya akan memperburuk rasa mual anda. . Ambilan waktu untuk anda! cobalah beristirahat yang cukup dan santai, dengarkan musik, membaca buku bayi atau majalah kesayangan anda dll. Hadapilah kehamilan anda dengan kebahagian, karena ini adalah anugerahNya.:-)</p>
<p>Ingat! Hubungi dokter anda bila mual-muntah menjadi sangat hebat, sehingga anda tidak dapat makan atau minum apapun juga sehingga dapat menimbulkan kekurangan cairan/dehidrasi. (Hiperemesis gravidarum).</p>
<p>Percayalah Morning sickness atau mual muntah pada kehamilan awal ini akan segera berlalu tanpa anda sadari dan ini akan menjadi salah satu pengalaman menarik selama kehamilan anda&#8212;bayangkan saja tentang si kecil yang akan segera hadir membawa sejuta kebahagian.:)</p>
<p>© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com</p>
<p><a href="http://nyiis.com/tips-mengatasi-mual-muntah-saat-hamil.html">http://nyiis.com/tips-mengatasi-mual-muntah-saat-hamil.html</a></p>
<p>Mengalami mual atau muntah pada awal-awal masa kehamilan adalah hal yang lumrah di antara calon ibu. Gejala yang juga disebut ‘morning sickness‘ ini memang belum diketahui secara pasti penyebabnya oleh para ahli, tetapi sering dihubungkan dengan berbagai faktor seperti kenaikan hormon serta pengaruh psikologis.</p>
<p>Secara medis keadaan ini dapat dihubungkan dengan beberapa hal seperti peningkatan hormon Human Chorionic Gonodotropin (hCG) secara cepat pada awal kehamilan seiring perkembangan plasenta. Kenaikan hormon estrogen dan progesteron pada awal kehamilan juga dinyatakan sebagai salah satu penyebab mual dan rasa ingin muntah dan indera pengecap dan penciuman menjadi lebih sensitif pada masa awal kehamilan.</p>
<p>Mual dan muntah biasanya terjadi pada usia kehamilan minggu ke 6 hingga minggu 10 dimana kadar hCG melonjak drastis. Gejalanya beragam mulai dari yang ringan sampai dengan berat atau bahkan timbul komplikasi. Mual dan muntah ini relatif akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan menurunnya kadar hCG setelah usia kehamilan 12 minggu.</p>
<p>Berikut Tip Mengatasi Mual dan Muntah :<br />
Ngemil saat bangun tidur<br />
Awali dengan kegiatan menyenangkan<br />
Jangan biarkan perut dalam keadaan kosong. Makanlah dengan porsi sedikit tapi sering. Ini perlu karena peningkatan kadar asam lambung merupakan salah satu penyebab utama rasa mual .<br />
Pilih makanan yang lebih mudah dicerna. Hindari makanan pedas, bersantan dan asam karena memperberat lambung.<br />
Buat variasi menu makanan supaya tak bosan.<br />
Jangan kekurangan cairan. Konsumsi makanan yang berkadar air tinggi, seperti sayuran dan buah-buahan.<br />
Konsumsi Vitamin B6, jahe dan madu.</p>
<p>h<a href="http://www.halalguide.info/content/view/657/">ttp://www.halalguide.info/content/view/657/</a></p>
<p>Mual dan kadang muntah selama kehamilan, lazim disebut morning sickness , membuat aktivitas perempuan hamil terganggu.Menurut sebuah ulasan yang dipublikasikan oleh jurnal Obstetrics &amp; Gynecology, jahe dapat membantu para wanita hamil mengatasi derita morning sickness tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan janin di dalam kandungannya.</p>
<p>Dari enam penelitian yang menguji efek jahe dalam mengurangi rasa mual dan muntah pada wanita hamil, ditemukan bahwa jahe berfungsi lebih baik dibandingkan plasebo atau obat inaktif seperti vitamin B6, yang selama ini menunjukkan fungsinya dalam mengurangi mual dan muntah pada beberapa wanit hamil.</p>
<p>Wanita hamil yang mengonsumsi jahe tidak mengalami gangguan dalam kehamilannya, demikian dilaporkan oleh para peneliti di dalam jurnal tersebut.</p>
<p>&#8220;Jahe bisa menjadi terapi yang efektif untuk mengatasi rasa mual dan muntah dalam kehamilan,&#8221; kata Dr. Francesca Borelli dari University of Naples Frederico di Italia.</p>
<p>Namun, mereka memperingatkan bahwa data ini masih bersifat awal, dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasikan bahwa jahe benar-benar aman untuk wanita hamil.</p>
<p>Dr. Borelli ,dkk mengulas beberapa literatur medis untuk mempelajari tentang jahe, dan menemukan enam penelitian yang menguji jahe pada 675 wanita yang mengalami rasa mual selama hamil.</p>
<p>Dalam empat penelitian yang melibatkan 246 wanita, jahe selalu mengungguli plasebo dalam mengatasi mual dan muntah, bahkan pada wanita yang mengalami morning sickness berat yang disebut Hyperemesis gravidarum.</p>
<p>Pada penelitian yang terbaru, para partisipan secara acak diberikan kapsul yang mengandung 350 mg jahe atau 25 mg vitamin B6 sebanyak tiga kali sehari selama tiga minggu. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa jahe sama efektifnya dengan vitamin B6 dalam mengatasi rasa mual dan muntah. Gejala morning sickness dapat diatasi pada lebih dari separuh jumlah wanita dalam setiap kelompok tersebut.</p>
<p>Beberapa penelitian melaporkan adanya efek samping seperti sakit kepala, diare, dan rasa mengantuk. Namun, tidak terpdapat perbedaan mengenai hasil kehamilan antara wanita yang mengonsumsi plasebo, vitamin B6 atau jahe.</p>
<p>Nah, siap mencobanya..Ayo..(kit/hnywnt)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waptokusatsu.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waptokusatsu.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=9&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/mengatasi-mual-muntah-saat-hamil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cd5d065fa3d155e7f96bd72342a6a62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">waptokusatsu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kamen Rider List</title>
		<link>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/kamen-rider-list/</link>
		<comments>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/kamen-rider-list/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 03:25:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>waptokusatsu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://waptokusatsu.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Daftar Kamen rider serie. dari seri tokusatsu Jepang<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=3&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Daftar Kamen rider serie. dari seri tokusatsu Jepang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/waptokusatsu.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/waptokusatsu.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=waptokusatsu.wordpress.com&amp;blog=5156754&amp;post=3&amp;subd=waptokusatsu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://waptokusatsu.wordpress.com/2008/10/13/kamen-rider-list/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1cd5d065fa3d155e7f96bd72342a6a62?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">waptokusatsu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
